<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)</title>
	<atom:link href="http://pipin234.blog.friendster.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pipin234.blog.friendster.com</link>
	<description>ISI BLOG INI ADALAH SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG YANG MENYERANG ISLAM</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:36:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>&#8220;Konsep Jihad Bukanlah Perang&#8221;                      oleh Dr. Tariq Ramadan</title>
		<link>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/konsep-jihad-bukanlah-perang-oleh-dr-tariq-ramadan/</link>
		<comments>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/konsep-jihad-bukanlah-perang-oleh-dr-tariq-ramadan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin234</dc:creator>
		
		<category><![CDATA["Konsep Jihad Bukanlah Perang"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipin234.blog.friendster.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[



SEOLAH sedang mengajar di depan kelas, itulah gaya Doktor
Tariq Ramadan ketika berbicara kepada wartawan Tempo. Dengan
gaya bicara yang tenang tetapi tegas, ia bertutur tentang
pandangan dan kritiknya terhadap Islam. Persis seperti
sedang berbicara kepada mahasiswanya, ia sesekali &#8220;meledak&#8221;
saat menyinggung ketertindasan muslim di berbagai belahan
dunia. Gaya serupa menyertai dia saat berdiskusi di forum
intelektual di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="text-align: center" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<tr>
<td valign="top">SEOLAH sedang mengajar di depan kelas, itulah gaya Doktor<br />
Tariq Ramadan ketika berbicara kepada wartawan Tempo. Dengan<br />
gaya bicara yang tenang tetapi tegas, ia bertutur tentang<br />
pandangan dan kritiknya terhadap Islam. Persis seperti<br />
sedang berbicara kepada mahasiswanya, ia sesekali &#8220;meledak&#8221;<br />
saat menyinggung ketertindasan muslim di berbagai belahan<br />
dunia. Gaya serupa menyertai dia saat berdiskusi di forum<br />
intelektual di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sepanjang<br />
pekan lalu.</p>
<p>Lahir di Swiss, 42 tahun silam, Tariq memang sosok yang<br />
unik. Dialah cucu Hassan al-Banna, orang Mesir pendiri<br />
Ikhwanul Muslimin yang kerap disebut sebagai organisasi<br />
pelopor Islam fundamentalis. Pada 1928, sang kakek aktif<br />
menggalang kekuatan Islam untuk memerangi kolonial. Kini,<br />
cucunya yang melanjutkan perjuangan, namun dengan cara yang<br />
sama sekali berbeda.</p>
<p>Sarjana filsafat (dengan tesis tentang Nietzsche) dan<br />
Sastra Prancis ini meraih gelar Doktor dalam bidang Studi<br />
Islam di University of Geneva. Saat ini, Tariq mengajar di<br />
dua universitas bergengsi di Eropa, Genevan College dan<br />
University of Fribourg. Ia berperan aktif dalam diskusi<br />
tentang Islam di Eropa dan berbagai negara lain. Di saat<br />
hubungan Islam dan Barat sedang morat-marit, Tariq tampil<br />
sebagai jembatan. Melalui buku-bukunya, antara lain To Be<br />
European Muslim (2000), Islam, the West, and the Challenge<br />
of Modernity (2002) dan The Future of Islam in Europe<br />
(2003), ia berbicara kepada dunia.</p>
<p>Ia tidak setuju dengan orang Islam yang mengisolasi diri.<br />
Ia juga menolak orang Islam yang melebur dalam kehidupan<br />
bangsa Eropa sehingga meninggalkan identitas keislamannya.<br />
Karenanya, ia meluncurkan konsep Jalan Tengah: menjadi<br />
muslim sejati sekaligus orang Eropa. Karena pandangannya<br />
inilah ia terpilih sebagai salah satu inovator oleh majalah<br />
Time edisi khusus awal 2000.</p>
<p>Jumat pekan lalu, ayah tiga anak yang fasih berbahasa<br />
Prancis, Inggris, dan Arab ini menerima Andari Karina Anom<br />
dan Qaris Tajudin dari Tempo di sebuah rumah mungil bergaya<br />
Eropa di Bona Indah Garden, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.<br />
Berikut petikannya.</p>
<hr />
<p>Menurut Anda, apa sebenarnya problem utama hubungan Islam<br />
dengan Barat?</p>
<p>Problem utama umat Islam di Eropa karena mereka belum<br />
terintegrasi sepenuhnya dengan masyarakat. Bagi orang Barat,<br />
hanya ada dua kelompok Islam: moderat dan fundamentalis.<br />
Pemahaman yang buruk dan representasi buruk kalangan Islam<br />
tertentu mengakibatkan orang Barat menerapkan hukum secara<br />
bias dengan standar ganda. Karena itu, seorang muslim harus<br />
paham dengan baik tentang agamanya dan bisa beradaptasi<br />
dengan lingkungan tempat kita tinggal. Dengan begitu, Islam<br />
menjadi kontekstual. Sebagai muslim, kita tak hanya dituntut<br />
memahami agama kita, tapi juga negara, hukum dan masyarakat<br />
di tempat kita tinggal.</p>
<p>Anda menyebut orang Islam kerap disudutkan, misalnya<br />
dalam hal apa?</p>
<p>Ada kesalahpahaman dalam memandang Islam sehingga<br />
orang-orang Islam banyak yang menjadi korban.</p>
<p>Orang-orang menyerang dan menyalahkan Islam. Karenanya<br />
harus ada gerakan dari kalangan muslim untuk menjelaskan<br />
kesalahpahaman ini. Kita ada dalam situasi ini karena ada<br />
orang-orang yang tak menyukai Islam dan menyalahkan Islam.<br />
Kita harus mencegah upaya penyudutan ini dengan menjadi<br />
bagian dari sistem, menjadi warga negara yang aktif dalam<br />
masyarakat.</p>
<p>Bagaimana menerapkan budaya suatu negara tanpa kehilangan<br />
nilai keislaman?</p>
<p>Dalam Islam, kita harus memajukan pendidikan yang setara<br />
untuk laki-laki dan perempuan. Jika kita melihat di suatu<br />
negara, ada perbedaan antara lelaki dan perempuan, maka itu<br />
bukan Islam, tapi budaya negara tertentu, misalnya Maroko<br />
dan Turki. Sebagai muslim, kita harus membedakan antara<br />
budaya dan agama.</p>
<p>Selain itu, juga harus tahu lebih banyak dan terlibat<br />
aktif di masyarakatnya. Bukan sekadar menerima segala<br />
sesuatu, tapi juga aktif menuntut hak. Ini yang disebut<br />
Revolusi Diam (Silence Revolution). Muslim di Barat sekarang<br />
lebih sadar apa yang harus dilakukan untuk mengubah situasi<br />
ini.</p>
<p>Itu sebabnya Anda menawarkan konsep Jalan Tengah, yaitu<br />
tetap menjadi muslim dan menjadi warga negara yang baik?</p>
<p>Yang saya maksud sebagai Jalan Ketiga adalah in between,<br />
tetap menjadi muslim yang baik, sekaligus warga negara Eropa<br />
yang baik. Saya menolak muslim mengisolasi diri, tapi saya<br />
juga menolak muslim melebur dalam kehidupan negaranya<br />
sehingga menghilangkan identitas kemusliman. Ini adalah<br />
tradisi reformis, bukan modernis, karena sebenarnya konsep<br />
ini sudah cukup tua, setua agama Islam sendiri. Banyak<br />
kalangan di Barat yang sejak lama mengatakan muslim tak<br />
mungkin bisa dipersatukan. Namun, sekarang kita membuktikan<br />
bahwa muslim bisa bersatu padu.</p>
<p>Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak<br />
sangat terpengaruh pemikiran Barat yang menyudutkan Islam.<br />
Bagaimana menurut Anda?</p>
<p>Umat Islam di Indonesia memiliki masalah besar.</p>
<p>Ditinjau dari jumlah, Indonesia adalah negara dengan<br />
penduduk muslim terbanyak. Namun, saya tidak yakin kalau<br />
muslim di Indonesia adalah muslim by heart.</p>
<p>Mungkin hanya sebatas simbol dan identitas formal.</p>
<p>Kalangan Islam di Indonesia bahkan berani baku hantam<br />
hanya untuk menunjukkan Anda muslim, tapi cuma di permukaan,<br />
tidak dalam pengertian yang mendalam.</p>
<p>Dalam hal ini, Jalan Tengah apa?</p>
<p>Yang harus dilakukan di level akar rumput adalah<br />
pendidikan populer. Islam membutuhkan orang-orang untuk<br />
menjelaskan apa sebenarnya Islam, apa esensinya, sehingga<br />
bisa menerangi hati kaum muslim di tempatnya berada. Hal-hal<br />
seperti ini ada di masyarakat bukan di universitas. Saya<br />
kira, banyak kalangan Islam di Indonesia yang mempraktekkan<br />
agama secara formal dan hanya di permukaan. Orang-orang<br />
Islam di Indonesia terlalu terpengaruh budaya Barat sehingga<br />
kadang-kadang tak tahu siapa kita dan ke mana kita berpihak.<br />
Kedua, Indonesia seharusnya memperkuat organisasi Islam yang<br />
bekerja di level akar rumput, membantu orang-orang di<br />
masyarakat dan memberi pemahaman yang dalam tentang<br />
Islam.</p>
<p>Gerakan Islam yang populer itu misalnya apa?</p>
<p>Di Indonesia, tiap Jumat banyak orang datang ke masjid<br />
untuk salat Jumat. Mereka menyadari pentingnya ibadah itu,<br />
namun kadang-kadang mereka tak memahami Islam secara<br />
mendalam. Karena itu, harus ada pendidikan Islam bagi<br />
masyarakat supaya kalangan muslim sendiri memahami agamanya,<br />
mengerti arti muamalat dan aktif menjalankan prinsip-prinsip<br />
itu. Sebab, meski Anda tinggal di negara berpenduduk muslim<br />
terbesar, Anda hidup di masyarakat yang multiagama. Kita<br />
harus membantu orang memahami Islam secara betul. Banyak<br />
kalangan di Indonesia yang menggunakan Islam sebagai senjata<br />
politik.</p>
<p>Majalah Time bulan lalu menurunkan laporan utama tentang<br />
misionaris yang berusaha mengkristenkan orang Islam. Menurut<br />
Anda, bagaimana problem ini di Indonesia?</p>
<p>Ini bukan hanya problem di Indonesia, tapi juga di<br />
Afrika. Orang-orang Kristen menyiarkan agama mereka dan<br />
sebagian kalangan muslim bereaksi dengan berlebihan, padahal<br />
mereka sendiri tak memahami Islam secara mendalam. Jika Anda<br />
tak mau muslim berpindah ke Kristen, solusinya adalah kita<br />
harus menjelaskan pada sesama muslim apa sebetulnya agama<br />
Islam. Anda tak bisa memaksa mereka menjadi Islam, tapi Anda<br />
harus menjelaskan kepada mereka apa sebetulnya Islam. Jika<br />
pendidikan Islam terhadap kalangan muslim sendiri buruk,<br />
maka orang Kristen memiliki lahan terbuka untuk beraksi. Dan<br />
ini bukan kesalahan mereka.</p>
<p>Bagaimana dengan konsep jihad?</p>
<p>Jihad adalah konsep dengan banyak aspek. Untuk memahami<br />
jihad, kita harus kembali ke diri sendiri.</p>
<p>Dalam diri kita ada godaan untuk melakukan kekerasan,<br />
kemarahan, atau pertengkaran. Itu adalah nafsu-nafsu alami<br />
manusia. Kita bisa melakukan kekerasan, tapi dengan<br />
kesadaran penuh kita dapat mengontrol dorongan-dorongan<br />
jahat itu&#8230;. Konsep jihad bukanlah perang, melainkan<br />
perdamaian. Kalau kita bawa ke tingkat kolektif, sama saja.<br />
Jihad bukanlah perang suci. Terminologi perang suci datang<br />
dari Perang Salib Kristen. Bagi kita sekarang, jihad berarti<br />
usaha untuk melawan. Ketika ada penindasan terhadap umat<br />
Islam secara tidak adil, kita punya hak untuk melawan.</p>
<p>Itulah jihad. Bukan perang melawan Yahudi, Amerika, atau<br />
Barat.</p>
<p>Berarti jihad mengandung konsep perlawanan?</p>
<p>Ya, namun konsep perlawanan yang ada sekarang sama sekali<br />
salah. Banyak intelektual muslim yang menggunakan istilah<br />
perang suci untuk menjelaskan jihad. Banyak muslim yang<br />
menggunakan konsep jihad secara salah. Jihad adalah konsep<br />
perlawanan dengan cara damai. Namun, mesti diingat, tak akan<br />
ada perlawanan tanpa keadilan. Tak ada perdamaian tanpa<br />
keadilan. Misalnya, saya mencuri sepeda Anda. Dua hari<br />
kemudian saya mengaku mengambil sepeda Anda dan saya ingin<br />
berdamai. Tentu saja Anda akan bilang, kembalikan dulu<br />
sepeda saya baru kita bicara soal perdamaian. Hal inilah<br />
yang dialami Palestina.</p>
<p>Pandangan negatif terhadap Islam kian menggila pasca-11<br />
September dan bom Bali di Indonesia.</p>
<p>Bagaimana Anda memandang soal ini?</p>
<p>Perang melawan teroris adalah perang yang sulit<br />
dijelaskan. Soalnya, tidak ada definisi resmi soal teroris<br />
di lembaga internasional seperti PBB, NATO, dan lain-lain.<br />
Itu sebabnya teroris sulit dijelaskan, apalagi ditumpas. Dan<br />
yang jadi korban adalah orang Islam. Padahal, jika definisi<br />
teroris adalah membunuh orang tak bersalah, maka kita harus<br />
memerangi segala jenis teroris, termasuk terorisme negara.<br />
Memang, kita tahu banyak kelompok muslim yang menyatakan<br />
jihad berarti sah untuk memerangi Yahudi atau Amerika. Itu<br />
tidak benar. Kita harus melawan pemikiran yang tak ada<br />
hubungannya dengan ajaran Islam.</p>
<p>Artinya, orang Islam harus melakukan reformasi<br />
besar-besaran untuk mengubah pandangan negatif itu?</p>
<p>Betul. Namun pertanyaannya, reformasi seperti apa?</p>
<p>Banyak saudara-saudara kita yang mempromosikan Islam<br />
tanpa mengetahui Islam sebenarnya. Mereka mengajarkan bahwa<br />
kita tak perlu salat, cukup berhubungan dengan Allah 24 jam<br />
sehari. Ini bukan reformasi, tapi penghancuran. Jika ada<br />
yang melakukan itu, mereka bukan reformis, tapi penghancur<br />
Islam.</p>
<p>Bagaimana dengan konsep negara Islam. Apakah memang itu<br />
suatu tujuan bagi gerakan-gerakan Islam di dunia, termasuk<br />
Indonesia?</p>
<p>Yang sebetulnya dibutuhkan bukan negara Islam sebagai<br />
sebuah negara yang melaksanakan prinsip-prinsip keadilan,<br />
kesetaraan dan alternation (pergantian kepemimpinan yang<br />
baik). Kita tidak punya model negara Islam karena kita<br />
tinggal dalam masyarakat yang kompleks secara sosial,<br />
politik, dan budaya. Namanya boleh apa saja, yang penting<br />
negara itu menjalankan prinsip-prinsip universal seperti<br />
yang saya kemukakan tadi. Kita jangan terobsesi oleh nama,<br />
tapi praktek-prakteknya.</p>
<p>Source:<br />
http://www.tempo.co.id/harian/wawancara/waw-TariqRamadan01.html</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<hr /></td>
</tr>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/konsep-jihad-bukanlah-perang-oleh-dr-tariq-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern oleh Bucaille</title>
		<link>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/bibel-qur-an-dan-sains-modern-oleh-bucaille/</link>
		<comments>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/bibel-qur-an-dan-sains-modern-oleh-bucaille/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 06:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin234</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BIBEL]]></category>

		<category><![CDATA[QUR-AN]]></category>

		<category><![CDATA[dan Sains Modern oleh  Buchaille]]></category>

		<category><![CDATA[buchaille]]></category>

		<category><![CDATA[dan Sains Modern]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipin234.blog.friendster.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[



BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Indeks Islam &#124;          Indeks Bucaille &#124;          Indeks Artikel &#124;          Tentang Penulis
ISNET Homepage &#124; MEDIA Homepage &#124;         [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<h2>BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern</h2>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/index.html">Indeks Islam</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/index.html">Indeks Bucaille</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/index.html">Indeks Artikel</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/Maurice.html">Tentang Penulis</a><br />
<hr /><a href="http://www.isnet.org/">ISNET Homepage</a> | <a href="http://media.isnet.org/index.html">MEDIA Homepage</a> |          <a href="http://media.isnet.org/program.html">Program Kerja</a> |          <a href="http://media.isnet.org/database.html">Koleksi</a> |          <a href="http://media.isnet.org/priv/index.html">Anggota</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="80" valign="top"></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Konsili.html">Konsili Vatikan</a>;             pembahasan mengenai pentingnya Konsili Vatikan, terutama             hubungan umat Katolik dan Islam.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/DaftarIsi.html">Daftar Isi</a> dari buku             &#8220;BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern&#8221;</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Penterjemah.html">Kata Pengantar             Penterjemah</a></li>
<li>Kata Pengantar Pengarang:             <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Pengantar1.html">Bagian 1</a>,             <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Pengantar2.html">Bagian 2</a>.</li>
<li><strong><span style="color: #af0000">Perjanjian             Lama</span></strong>
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAsal.html">Asal Perjanjian                Lama</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLPengarang.html">Pengarang Perjanjian                Lama</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLPasal.html">Kitab-kitab Perjanjian                Lama</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Taurat.html">Taurat</a>. Mengulas tentang                penambahan-penambahan maupun pengubahan redaksi oleh                manusia terhadap Taurat.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Sejarah.html">Bagian-bagian mengenai                sejarah</a>. Ulasan kritis mengenai kesalahan                penulisan sejarah dalam Perjanjian Lama.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLKenabian.html">Pasal-pasal mengenai                kenabian</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLSyair.html">Pasal-pasal tentang syair                dan hikmah</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLSains.html">Kontradiksi Perjanjian Lama                dengan fakta ilmiah</a></li>
<li>Penciptaan alam: <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAlam1.html">Bagian                1</a>, <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAlam2.html">Bagian 2</a>,                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAlam3.html">Bagian 3</a>. Mengulas                kefiktifan redaksi Perjanjian Lama dalam menceritakan                penciptaan dunia oleh Tuhan.</li>
<li>Kesalahan Perjanjian Lama dalam menceritakan                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLCipta.html">tahun penciptaan</a> dan tahun                munculnya manusia di bumi.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAdam.html">Silsilah Adam sampai dengan                Ibrahim</a> yang menyebut umur secara rinci, sehingga                menjadi kontroversial karena tidak cocok dengan fakta                ilmu pengetahuan.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLIbrahim.html">Ulasan Silsilah Nabi                Ibrahim sampai Nabi Isa</a>.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLNuh.html">Banjir Nabi Nuh</a>.</li>
<li>Sikap pengarang-pengarang Kristiani terhadap                kesalahan-kesalahan ilmiah daripada teks Bibel:                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLKritis1.html">Bagian 1</a>,                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLKritis2.html">Bagian 2</a>.</li>
</ul>
</li>
<li><strong><span style="color: #af0000">Perjanjian             Baru</span></strong>
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBPengantar.html">Pengantar</a> kepada                permasalahan dalam Perjanjian Baru.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBSejarah.html">Mengingat kembali                sejarah</a> terjadinya Perjanjian Baru.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PB4Injil.html">Sejarah Injil Empat</a> yang merupakan Injil dalam Perjanjian Baru.
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBMatius.html">Sejarah penulisan Injil                   Matius</a>.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBMarkus.html">Sejarah penulisan Injil                   Markus</a>.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBLukas.html">Sejarah penulisan Injil                   Lukas</a>.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBYahya.html">Sejarah penulisan Injil                   Yahya</a>.</li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBSumberInjil.html">Sumber-sumber                Injil</a>, sejarah pembentukan keempat Injil di atas                dijelaskan secara jelas dan mudah dicerna. Penjelasan                mengenai tulisan-tulisan yang digunakan untuk menulis                keempat Injil seperti yang kita baca sekarang.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBSejarahTeks.html">Sejarah teks</a> Perjanjian Baru.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBSilsilahYesus.html">Perbedaan silsilah                Yesus</a> dalam Perjanjian Baru.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBKritikSilsilah.html">Kritik mengenai                silsilah Yesus</a> dalam Perjanjian Baru.</li>
<li>Kontradiksi-kontradiksi dan kekeliruan-kekeliruan                riwayat dalam teks Perjanjian Baru.
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBKeliruRiwayat.html">Pengantar</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBPenyaliban.html">Riwayat                   Penyaliban</a></li>
<li>Suatu hal yang menarik perhatian orang yang                   membaca &#8220;Sengsara Tuhan Yesus&#8221; dalam Injil Yahya,                   adalah bahwa <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBEkaristi.html">Yahya tidak                   menyebutkan lembaga Ekaristi</a> selama santapan                   Yesus yang terakhir dengan murid-muridnya.</li>
<li>Kontroversi sekitar                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBBangkit.html">kebangkitan Yesus dari                   kubur</a> yang penuh kontradiksi.</li>
<li>&#8230; kontradiksi-kontradiksi berlangsung sampai                   berakhirnya hikayat, oleh karena baik Yahya maupun                   Matius tidak menyebutkan                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBKelangit.html">kenaikan Al Masih ke                   langit</a>. Hanya Markus dan Lukas yang                   membicarakannya.</li>
<li>Yahya adalah satu-satunya pengarang Injil yang                   menyebutkan riwayat                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBParaklet.html">percakapan Yesus yang                   terakhir</a> dengan para rasul (sahabat), yaitu                   pada akhir santapan Yesus dan sebelum ia ditangkap                   oleh tentara Romawi &#8230;</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PBKesimpulan.html">Kesimpulan</a>.</li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLBCatKaki.html">Catatan kaki</a>.</li>
</ul>
</li>
<li><strong><span style="color: #af0000">Qur&#8217;an</span></strong>
<ul>
<li>Qur&#8217;an dan Sains Modern; dunia barat biasanya                mengabaikan hubungan antara kitab Suci terutama Injil                dengan sains modern. Hal yang sama secara apriori                dilakukan pula para ahli barat terhadap al-Qur&#8217;an.                Pengantar mengenai hal ini dapat dibaca pada                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QPengantar1.html">Bagian 1</a>,                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QPengantar2.html">Bagian 2</a>, dan                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QPengantar3.html">Bagian 3</a>.</li>
<li>Sejarah penyusunan Al-Qur&#8217;an:                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSejarah1.html">Bagian 1</a>,                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSejarah2.html">Bagian 2</a>.</li>
<li>Penciptaan langit dan bumi:
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QInjil.html">Perbedaan dan                   persamaan</a> riwayat penciptaan langit dan bumi                   dengan Injil</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/Q6Perioda.html">Perioda penciptaan                   langit dan bumi</a> menurut Injil dan Qur&#8217;an.</li>
<li>Berbeda dengan Injil,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QTanpaUrutan.html">Al-Qur&#8217;an tidak                   menyebutkan secara rinci</a> urutan penciptaan                   langit dan bumi.</li>
<li>Beberapa fakta                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QKosmos.html">pembentukan kosmos</a> menurut ilmu pengetahuan.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAyatCipta.html">Ayat-ayat al-Qur&#8217;an                   mengenai penciptaan alam</a> dibandingkan dengan                   fakta ilmiah.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QJawaban.html">Jawaban terhadap                   keberatan ahli-ahli Barat</a> mengenai ayat-ayat                   penciptaan dalam Al-Qur&#8217;an.</li>
</ul>
</li>
<li>Astronomi dalam Al-Qur&#8217;an:
<ul>
<li>Di samping ayat-ayat yang khusus menggambarkan                   penciptaan, ada lebih dari                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAstronomi.html">40 ayat Qur-an</a> yang                   memberikan kepada astronomi (ilmu bintang)                   keterangan-keterangan tambahan, &#8230;</li>
<li>Penjelasan Al-Qur&#8217;an mengenai                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBendaSamawi.html">watak benda-benda                   samawi</a>, seperti matahari, bulan dan                   bintang.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QEvolusiAlam.html">Evolusi alam                   semesta dan ekspansi alam</a> menurut                   Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>Makna kata                   &#8220;<a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAngkasaTunduk.html">menundukkan                   angkasa</a>&#8221; dalam Al-Qur&#8217;an diulas secara rinci                   dalam artikel ini..</li>
</ul>
</li>
<li>Bumi seperti dijelaskan Al-Qur&#8217;an:
<ul>
<li>Bagaimana <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBumiUmum.html">ayat-ayat                   yang bersifat umum dalam Al-Qur&#8217;an</a> mencoba                   menjelaskan konsep bumi kepada masyarakat yang                   belum ilmiah seperti sekarang</li>
<li>Jika dibandingkan dengan ilmu hidrologi modern,                   terdapat kesesuaian apa yang dijelaskan Al-Qur&#8217;an                   mengenai <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSiklusAir1.html">siklus air</a> dan <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSiklusAir2.html">lautan</a>.</li>
<li>Demikian pula dengan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang                   menyebutkan <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QMukaBumi.html">muka bumi</a>,                   tidak bertentangan dengan ilmu geologi.</li>
<li>Mengingat Al-Qur&#8217;an diturunkan pada saat ilmu                   pengetahuan belum mencapai kedalaman seperti yang                   dicapai saat ini, sangat mengherankan ayat-ayat                   yang menjelaskan <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAtmosfir.html">atmosfir                   bumi</a> termasuk didalamnya                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAtmosfir.html#Ketinggian">ketinggian                   (altitude)</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAtmosfir.html#Listrik%20di%20Atmosfir">listrik                   di atmosfir</a>, maupun mengenai                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QAtmosfir.html#Bayangan">bayangan</a>,                   tidak bertentangan dengan fakta ilmiah.</li>
</ul>
</li>
<li>Alam Tumbuh-tumbuhan dan Binatang
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QTumBin.html">Asal mula kehidupan</a> menurut Al-Qur&#8217;an.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QTumbuhan.html">Alam                   Tumbuh-tumbuhan</a>, bahkan mengenai                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QTumbuhan.html#Reproduksi">reproduksi                   tumbuh-tumbuhan</a> dijelaskan oleh                   Al-Qur&#8217;an.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html">Alam Binatang</a>:                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Reproduksi">cara                   reproduksi</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Masyarakat%20Binatang">masyarakat                   binatang</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Lebah">lebah</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Laba-laba">laba-laba</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Burung">burung</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QBinatang.html#Zat%20Susu">zat                   susu</a>.</li>
</ul>
</li>
<li>Reproduksi Manusia
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QManusia.html">Hal-hal pokok yang                   perlu diperhatikan</a>.</li>
<li>Reproduksi manusia dalam Qur&#8217;an:                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QReproduksi1.html#Pembuahan">pembuahan</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QReproduksi1.html#Watak">sifat zat cair                   yang membuahi</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QReproduksi2.html#Nidasi">nidasi telur                   lelaki dalam rahim</a>,                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QReproduksi2.html#Embrio">perkembangan                   embrio</a>.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSeks.html">Pendidikan seks</a>.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong><span style="color: #af0000">Hikayat-hikayat dalam Qur&#8217;an             dan Injil</span></strong>
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HPengantar.html#Umum">Uraian umum</a> mengenai kesesuaian antara ilmu pengetahuan dengan                Al-Quran dan Injil.</li>
<li>Banjir Nuh: menurut                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HBanjir.html#Versi%20Injil">Injil</a> dan                menurut                <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HBanjir.html#Versi%20Quran">Qur&#8217;an</a>.</li>
<li>Exodus Musa
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HExodusMusa.html">Pengantar</a></li>
<li>Exodus menurut                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HExodusInjil.html">Injil</a> dan                   <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HExodusQuran.html">Qur&#8217;an</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html">Konfrontasi                   riwayat kitab suci</a> dengan pengetahuan                   modern:
<ul>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html#Yahudi%20di%20%20Mesir">Orang-orang                      Yahudi di Mesir</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html#Penderitaan%20di%20Mesir">Penderitaan                      di Mesir</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html#Jln%20Exodus">Jalan                      yang ditempuh Exodus</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html#Mukjizat%20lautan">Mukjizat                      lautan</a></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi1.html#Kronologi%20Exodus">Penempatan                      Exodus dalam kronologi Fir&#8217;aun</a>, argumentasi                      <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi2.html#Argumentasi">ketidaktepatan                      kronologi</a> dalam jaman Ramses II.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi2.html#Firaun%20Exodus">Fir&#8217;aun</a> pada jaman Exodus Musa.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi3.html">Problema                      mengenai monumen</a> pada tahun kelima                      pemerintahan Mineptah.</li>
<li>Disebutnya                      <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonfrontasi3.html#Kematian%20Fir%C3%95aun">kematian                      Fir&#8217;aun</a> zaman Exodus oleh kitab-kitab                      suci.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong><span style="color: #af0000"><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HQuran.html">Qur&#8217;an, Hadith dan             Sains Modern</a></span></strong></li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/HKonklusi.html">Kesimpulan umum</a> dari             perbandingan antara Perjanjian Lama, Perjanjian Baru,             Qur&#8217;an dengan Sains Modern.</li>
<li><a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QCatKaki.html">Catatan kaki</a>.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="80" valign="top"></td>
<td valign="top">
<pre>
<hr />BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta</pre>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="80"></td>
<td valign="top"><a href="http://media.isnet.org/islam/index.html">Indeks Islam</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/index.html">Indeks Bucaille</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/index.html">Indeks Artikel</a> |          <a href="http://media.isnet.org/islam/Bucaille/Maurice.html">Tentang Penulis</a><br />
<hr /><a href="http://www.isnet.org/">ISNET Homepage</a> | <a href="http://media.isnet.org/index.html">MEDIA Homepage</a> |          <a href="http://media.isnet.org/program.html">Program Kerja</a> |          <a href="http://media.isnet.org/database.html">Koleksi</a> |          <a href="http://media.isnet.org/priv/index.html">Anggota</a> <span>Please direct any suggestion to          <a href="mailto:media@isnet.org?subject=Suggestion%20to%20your%20homepage"> Media Team</a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/10/bibel-qur-an-dan-sains-modern-oleh-bucaille/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TAFSIR IBN KATHIR SURAH NO 112 AL IKHLASS</title>
		<link>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/tafsir-ibn-kathir-surah-no-112-al-ikhlass/</link>
		<comments>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/tafsir-ibn-kathir-surah-no-112-al-ikhlass/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 07:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin234</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TAFSIR IBN KATHIR SURAH NO 112 AL IKHLASS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipin234.blog.friendster.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[




» Tafsir Ibn Kathir






TAFSIR IBN KATHIR SURAH NO 112 AL IKHLASS








 












The Reason for the Revelation of this Surah and its Virtues
Imam Ahmad recorded from Ubayy bin Ka`b that the idolators said to the Prophet     , &#8220;O Muhammad! Tell us the lineage of your Lord.&#8221; So Allah revealed
[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width: 100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in;width: 75pt" rowspan="2" width="100">
<p class="MsoNormal">» Tafsir Ibn Kathir</p>
</td>
<td style="padding: 0in;width: 12.75pt" rowspan="2" width="17" valign="top">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RAMADHAN/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image001.gif" alt="" width="17" height="17" /><!--[endif]--></p>
</td>
<td style="padding: 0in;width: 100%" width="100%">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right" align="right">
<p>TAFSIR IBN KATHIR SURAH NO 112 AL IKHLASS</td>
</tr>
<tr style="height: 1.5pt">
<td style="padding: 0in;height: 1.5pt">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RAMADHAN/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image003.gif" alt="" width="2" height="2" /><!--[endif]--></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<table id="Table2" class="MsoNormalTable" style="width: 100%;height: 300px" border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 3pt" valign="top">
<table id="Table3" class="MsoNormalTable" style="width: 100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in;width: 100%" width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0in">
<p class="MsoNormal">
<p><strong>The Reason for the Revelation of this Surah and its Virtues</strong></p>
<p>Imam Ahmad recorded from Ubayy bin Ka`b that the idolators said to the Prophet     , &#8220;O Muhammad! Tell us the lineage of your Lord.&#8221; So Allah revealed</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ - اللَّهُ     الصَّمَدُ - لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ     ]</span></p>
<p>(Say: &#8220;He is Allah, One. Allah He begets not, nor was He begotten.     And there is non comparable to Him.&#8221;) Similar was recorded by At-Tirmidhi     and Ibn Jarir and they added in their narration that he said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[الصَّمَدُ]</span></p>
<p>&#8220;(As-Samad) is One Who does not give birth, nor was He born,     because there is nothing that is born except that it will die, and there is     nothing that dies except that it leaves behind inheritance, and indeed     Allah does not die and He does not leave behind any inheritance.</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(And there is none comparable to Him.) This means that there is none     similar to Him, none equal to Him and there is nothing at all like Him.&#8221;     Ibn Abi Hatim also recorded it and At-Tirmidhi mentioned it as a Mursal     narration. Then At-Tirmidhi said, &#8220;And this is the most correct.&#8221;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p><strong>A Hadith on its Virtues</strong></p>
<p>Al-Bukhari reported from `Amrah bint `Abdur-Rahman, who used to stay in the apartment of `A&#8217;ishah, the wife of the Prophet , that `A&#8217;ishah said, &#8220;The Prophet sent a man as the commander of a war expedition and he used to lead his companions in prayer with recitation (of the Qur&#8217;an). And he would complete his recitation with the recitation of `Say: He is Allah, One.&#8217; So when they returned they mentioned that to the Prophet and he said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟»</span></p>
<p>(Ask him why does he do that.) So they asked him and he said, `Because it is the description of Ar-Rahman and I love to recite it. So the Prophet said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُحِبُّه»</span></p>
<p>(Inform him that Allah the Most High loves him.)&#8221; This is how Al-Bukhari recorded this Hadith in his Book of Tawhid. Muslim and An-Nasa&#8217;i also recorded it. In his Book of Salah, Al-Bukhari recorded that Anas said, &#8220;A man from the Ansar used to lead the people in prayer in the Masjid of Quba&#8217;. Whenever he began a Surah in the recitation of the prayer that he was leading them, he would start by reciting `Say: He is Allah, One&#8217; until he completed the entire Surah. Then he would recite another Surah along with it (after it). And used to do this in every Rak`ah. So his companions spoke to him about this saying; `Verily, you begin the prayer with this Surah. Then you think that it is not sufficient for you unless you recite another Surah as well. So you should either recite it or leave it and recite another Surah instead.&#8217; The man replied, `I will not leave it off. If you want me to continue leading you (in prayer), I will do this; and if you all do not like it, I will leave you (i.e., I will stop leading you).&#8217; They used to consider him to be of the best of them to lead them in prayer and they did not want anyone else to lead them other than him. So, when the Prophet came they informed him of this information and he said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«يَا فُلَانُ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ، وَمَا حَمَلَكَ عَلَى لُزُوم هَذِهِ السُّورَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ؟»</span></p>
<p>(O so-and-so! What prevents you from doing what your companions are commanding you to do, and what makes you adhere to the recitation of this Surah in every Rak`ah) The man said, `Verily, I love it.&#8217; The Prophet replied,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّة»</span></p>
<p>(Your love of it will cause you to enter Paradise.) This was recorded by Al-Bukhari, with a disconnected chain, but in a manner indicating his approval.</p>
<p><strong>A Hadith that mentions this Surah is equivalent to a Third of the Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Al-Bukhari recorded from Abu Sa`id that a man heard another man reciting</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(Say: &#8220;He is Allah, One.&#8221;) and he was repeating over and over. So when morning came, the man went to the Prophet and mentioned that to him, and it was as though he was belittling it. The Prophet said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآن»</span></p>
<p>(By He in Whose Hand is my soul, verily it is equivalent to a third of the Qur&#8217;an.) Abu Dawud and An-Nasa&#8217;i also recorded it. Another Hadith Al-Bukhari recorded from Abu Sa`id, may Allah be pleased with him, that the Messenger of Allah said to his Companions,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ؟»</span></p>
<p>(Is one of you not able to recite a third of the Qur&#8217;an in a single night) This was something that was difficult for them and they said, &#8220;Which of us is able to do that, O Messenger of Allah&#8221; So he replied,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«اللهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآن»</span></p>
<p>(&#8221;Allah is the One, As-Samad&#8221; is a third of the Qur&#8217;an.) Al-Bukhari was alone in recording this Hadith.</p>
<p><strong>Another Hadith that its Recitation necessitates Admission into Paradise</strong></p>
<p>Imam Malik bin Anas recorded from `Ubayd bin Hunayn that he heard Abu Hurayrah saying, &#8220;I went out with the Prophet and he heard a man reciting `Say: He is Allah, the One.&#8217; So the Messenger of Allah said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«وَجَبَت»</span></p>
<p>(It is obligatory.) I asked, `What is obligatory&#8217; He replied,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«الْجَنَّة»</span></p>
<p>(Paradise.)&#8221; At-Tirmidhi and An-Nasa&#8217;i also recorded it by way of Malik, and At-Tirmidhi said, &#8220;Hasan Sahih Gharib. We do not know of it except as a narration of Malik.&#8221; The Hadith in which the Prophet said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّة»</span></p>
<p>(Your love of it will cause you to enter Paradise.) has already been mentioned.</p>
<p><strong>A Hadith about repeating this Surah</strong></p>
<p>`Abdullah bin Imam Ahmad recorded from Mu`adh bin `Abdullah bin Khubayb, who reported that his father said, &#8220;We became thirsty and it had become dark while we were waiting for the Messenger of Allah to lead us in prayer. Then, when he came out he took me by my hand and said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«قُل»</span></p>
<p>(Say.) Then he was silent. Then he said again,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«قُل»</span></p>
<p>(Say.) So I said, `What should I say&#8217; He said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ]</span></p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثًا، تَكْفِكَ كُلَّ يَوْمٍ مَرَّتَيْن»</span></p>
<p>(Say: &#8220;He is Allah, One,&#8221; and the two Surahs of Refuge (Al-Falaq and An-Nas) when you enter upon the evening and the morning three times (each). They will be sufficient for you two times every day.)&#8221; This Hadith was also recorded by Abu Dawud, At-Tirmidhi and An-Nasa&#8217;i. At-Tirmidhi said, &#8220;Hasan Sahih Gharib.&#8221; An-Nasa&#8217;i also recorded through another chain of narrators with the wording,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«يَكْفِكَ كُلَّ شَيْء»</span></p>
<p>(They will suffice you against everything.)</p>
<p><strong>Another Hadith about supplicating with it by Allah&#8217;s Names</strong></p>
<p>In his Book of Tafsir, An-Nasa&#8217;i recorded from `Abdullah bin Buraydah, who reported from his father that he entered the Masjid with the Messenger of Allah , and there was a man praying and supplicating saying, &#8220;O Allah! Verily, I ask you by my testifying that there is no God worthy of worship except You. You are the One, the Self-Sufficient Sustainer of all, Who does not give birth, nor were You born, and there is none comparable to Him.&#8221; The Prophet said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَهُ بِاسْمِهِ الْأَعْظَم، الَّذِي إِذَ</span></p>
<p><strong>A Hadith about seeking a Cure by these Surahs</strong></p>
<p>Al-Bukhari recorded from `A&#8217;ishah that whenever the Prophet would go to bed every night, he would put his palms together and blow into them. Then he would recite into them (his palms), `Say: He is Allah, One&#8217;, `Say: I seek refuge with the Lord of Al-Falaq&#8217;, and `Say: I seek refuge with the Lord of mankind.&#8217; Then he would wipe whatever he was able to of his body with them (his palms). He would begin wiping his head and face with them and the front part of his body. He would do this (wiping his body) three times. The Sunan compilers also recorded this same Hadith.</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ ]</span></p>
<p>In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ - اللَّهُ الصَّمَدُ - لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(1. Say: &#8220;He is Allah, One.&#8221;) (2. &#8220;Allah As-Samad.&#8221;) (3. &#8220;He begets not, nor was He begotten.&#8221;) (4. &#8220;And there is none comparable to Him.&#8221;) The reason for the revelation of this Surah has already been mentioned. `Ikrimah said, &#8220;When the Jews said, `We worship `Uzayr, the son of Allah,&#8217; and the Christians said, `We worship the Messiah (`Isa), the son of Allah,&#8217; and the Zoroastrians said, `We worship the sun and the moon,&#8217; and the idolators said, `We worship idols,&#8217; Allah revealed to His Messenger ,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(Say: &#8220;He is Allah, One.&#8221;) meaning, He is the One, the Singular, Who has no peer, no assistant, no rival, no equal and none comparable to Him. This word (Al-Ahad) cannot be used for anyone in affirmation except Allah the Mighty and Majestic, because He is perfect in all of His attributes and actions. Concerning His saying,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[اللَّهُ الصَّمَدُ ]</span></p>
<p>(Allah As-Samad.) `Ikrimah reported that Ibn `Abbas said, &#8220;This means the One Who all of the creation depends upon for their needs and their requests.&#8221; `Ali bin Abi Talhah reported from Ibn `Abbas, &#8220;He is the Master Who is perfect in His sovereignty, the Most Noble Who is perfect in His nobility, the Most Magnificent Who is perfect in His magnificence, the Most Forbearing Who is perfect in His forbearance, the All-Knowing Who is perfect in His knowledge, and the Most Wise Who is perfect in His wisdom. He is the One Who is perfect in all aspects of nobility and authority. He is Allah, glory be unto Him. These attributes are not befitting anyone other than Him. He has no coequal and nothing is like Him. Glory be to Allah, the One, the Irresistible.&#8221; Al-A`mash reported from Shaqiq, who said that Abu Wa&#8217;il said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[الصَّمَدُ]</span></p>
<p>(As-Samad.) is the Master Whose control is complete.&#8221;</p>
<p><strong>Allah is Above having Children and procreating</strong></p>
<p>Then Allah says,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(He begets not, nor was He begotten. And there is none comparable to Him.) meaning, He does not have any child, parent or spouse. Mujahid said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ]</span></p>
<p>(And there is none comparable to Him.) &#8220;This means He does not have a spouse.&#8221; This is as Allah says,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[بَدِيعُ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَّهُ صَـحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ]</span></p>
<p>(He is the Originator of the heavens and the earth. How can He have children when He has no wife He created all things.) (6:101) meaning, He owns everything and He created everything. So how can He have a peer among His creatures who can be equal to Him, or a relative who can resemble Him Glorified, Exalted and far removed is Allah from such a thing. Allah says,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[وَقَالُواْ اتَّخَذَ الرَّحْمَـنُ وَلَداً - لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً - تَكَادُ السَّمَـوَتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الاٌّرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدّاً - أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَـنِ وَلَداً - وَمَا يَنبَغِى لِلرَّحْمَـنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَداً - إِن كُلُّ مَن فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ إِلاَّ آتِى الرَّحْمَـنِ عَبْداً - لَّقَدْ أَحْصَـهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدّاً - وَكُلُّهُمْ ءَاتِيهِ يَوْمَ الْقِيَـمَةِ فَرْداً ]</span></p>
<p>(And they say: Ar-Rahman has begotten a son. Indeed you have brought forth (said) a terrible evil thing. Whereby the heavens are almost torn, and the earth is split asunder, and the mountains fall in ruins, that they ascribe a son to Ar-Rahman. But it is not suitable for Ar-Rahman that He should beget a son. There is none in the heavens and the earth but comes unto Ar-Rahman as a slave. Verily, He knows each one of them, and has counted them a full counting. And all of them will come to Him alone on the Day of Resurrection.) (19:88-95) And Allah says,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[وَقَالُواْ اتَّخَذَ الرَّحْمَـنُ وَلَداً سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ - لاَ يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ ]</span></p>
<p>(And they say: &#8220;Ar-Rahman has begotten a son. Glory to Him! They are but honored servants. They speak not until He has spoken, and they act on His command.) (21:26-27) Allah also says,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">[وَجَعَلُواْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَباً وَلَقَدْ عَلِمَتِ الجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ]</span></p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">سُبْحَـنَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ-]</span></p>
<p>(And they have invented a kinship between Him and the Jinn, but the Jinn know well that they have indeed to appear before Him. Glorified is Allah! (He is free) from what they attribute unto Him!) (37:158-159) In Sahih Al-Bukhari, it is recorded (that that the Prophet said),</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«لَا أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللهِ، يَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا، وَهُوَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِم»</span></p>
<p>(There is no one more patient with something harmful that he hears than Allah. They attribute a son to Him, while it is He Who gives them sustenance and cures them.) Al-Bukhari also recorded from Abu Hurayrah that the Prophet said,</p>
<p style="text-align: right" dir="rtl"><span lang="AR-SA">«قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللهُ وَلَدًا، وَأَنَا الْأَحَدُ الصَّمَدُ، لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفُوًا أَحَد»</span></p>
<p>(Allah the Mighty and Majestic says, &#8220;The Son of Adam denies Me and he has no right to do so, and he abuses Me and he has no right to do so. In reference to his denial of Me, it is his saying: `He (Allah) will never re-create me like He created me before.&#8217; But the re-creation of him is easier than his original creation. As for his cursing Me, it is his saying: `Allah has taken a son.&#8217; But I am the One, the Self-Sufficient Master. I do not give birth, nor was I born, and there is none comparable to Me.&#8221;) This is the end of the Tafsir of Surat Al-Ikhlas, and all praise and blessings are due to Allah.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/tafsir-ibn-kathir-surah-no-112-al-ikhlass/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yahudi Bani Qoinuqa&#8217; dan Yahudi Bani Quraidzah</title>
		<link>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/yahudi-bani-qoinuqa-dan-yahudi-bani-quraidzah/</link>
		<comments>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/yahudi-bani-qoinuqa-dan-yahudi-bani-quraidzah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 07:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin234</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Yahudi Bani Qoinuqa' dan Yahudi Bani Quraidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipin234.blog.friendster.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Yahudi Bani Qoinuqa&#8217;
 
Pada saat itu ummat tengah menghadapi  pengepungan kaum Quraish di luar Madinah. Nabi Muhammad memandang suku Yahudi  menjadi sebuah resiko keamanan. Jika bala tentara Mekkah hendak berkemah di  selatan Madinah, yang  merupakan wilayah dua suku paling berpengaruh,  para tentara Yahudi dapat dengan mudah bergabung dengan Quraisy, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 12pt;font-family: Arial"><a name="Yahudi Bani Qoinuqa"></a>Yahudi Bani Qoinuqa&#8217;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial">Pada saat itu ummat tengah menghadapi  pengepungan kaum Quraish di luar Madinah. Nabi Muhammad memandang suku Yahudi  menjadi sebuah resiko keamanan. Jika bala tentara Mekkah hendak berkemah di  selatan Madinah, </span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial">yang  merupakan </span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">wilayah dua suku paling berpengaruh,  para tentara Yahudi dapat dengan mudah bergabung dengan Quraisy, yang mereka  anggap sebagai sekutu. Jika Quraisy menyerang kota dari utara, yang merupakan  pilihan terbaik mereka, suku Yahudi dapat menyerang Muslim dari belakang  sehingga mereka benar-benar terkepung. Nabi Muhammad menyadari bahwa dia harus  menghentikan pertikaian ini. Orang Yahudi yang telah beralih ke Islam memberinya  informasi bahwa Bani Qoinuqa&#8217;, suku terkecil di antara mereka, adalah yang  paling keras terhadap ummat. Sebelum hijrah mereka merupakan sekutu Ibnu Ubbay  dan setelah perang Badar mereka memutuskan perjanjian mereka dengan Nabi  Muhammad dan menghidupkan kembali persekutuan lama untuk membesarkan oposisi dan  menyingkirkan Nabi. Wilayah mereka lebih dekat ke pusat &#8220;kota&#8221; Madinah. Tak  seperti dua suku lainnya, mereka bukan petani melainkan pandai besi dan tukang  kayu. Segera setelah Badar dan pembelotan Ka&#8221;ab ke Mekkah, Nabi Muhammad  mengunjungi mereka di wilayah mereka dan mendesak mereka agar menerimanya  sebagai nabi demi tradisi agama mereka yang sama. Yahudi suku Qoinuqa&#8217;  mendengarkan dakam keheningan dan menjawab bahwa mereka tak bermaksud tinggal  dalam ummat: &#8220;Oh Nabi Muhammad, tampaknya engkau berpikir bahwa kami adalah  orang-orangmu. Jangan menipu diri sendiri karena engkau telah berperang di Badar  tanpa sedikit pun pengetahuan tentang perang dan memenangkannya; karena demi  Tuhan jika kami memerangimu, akan kau lihat bahwa kami adalah laki-laki sejati!&#8221;  Setelah ancaman ini, Nabi Muhammad menarik diri dan menunggu  perkembangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Beberapa hari kemudian  terjadi sebuah insiden di pasar Qoinuqa&#8217;. Salah seorang pandai besi Yahudi  mengganggu seorang perempuan Muslim yang tengah berdagang di sana. Dengan  diam-diam dia mengaitkan ujung rok bawah perempuan itu di bagian belakang ke  bagian atas pakainnya, sehingga ketia berdiri, sebagian tubuh bagian bawah  perempuan itu akan terekspos. Perasaan terpendam antara ummat Muslim dan Yahudi  Qoinuqa&#8217; agaknya sudah begitu memuncak, sehingga ketika salah seorang Anshar  melompat ke arah pandai besi itu dengan teriakan kemarahan, langsung terjadi  perkelahian mengerikan antara kedua kelompok, menewaskan seorang Muslim dan  seorang Yahudi. Dengan demikian jumlah korban seimbang. Nabi Muhammad dipanggil,  dalam kapasitasnya sebagai hakim perselisihan, untuk mengembalikan perdamaian.  Namun kaum Yahudi menolak arbitrasinya, membuat barikade ke benteng mereka, dan  menyeru pada sekutu Arab untuk membantu mereka. Qoinuqa&#8217; memiliki sekitar 700  orang siap tempur. Jika sekutu Arab mereka menjawab panggilan itu sambil membawa  kekuatan mereka untuk berhadapan dengan Nabi Muhammad, mereka akan sulit  dikalahkan. Ibnu Ubbay sangat bersemangat untuk menolong Qoinuqa&#8217; dan  berkonsultasi dengan sekutu mereka yang lain, Ubadah bin Shamit. Namun Ubadah  adalah adalah seorang Muslim yang taat dan dia menunjukkan bahwa persekutuan  lamanya dengan ummat Yahudi telah dibatalkan begitu mereka menandatangani  perjanjian dengan Nabi Muhammad. Ubnu Ubbay menyadari bahwa dia tak sanggup  membantu karena sebagian orang Arab tetap berdiri kukuh di belakang Nabi.  Qoinuqa&#8217; berharap memimpin pemberontakan melawan Nabi Muhammad dan para sahabat  Muhajirin, namun malahan, mereka terkepung oleh suku-suku Arab yang ada di  Madinah. Selama dua minggu mereka menunggu Ibnu Ubbay melaksanakan janjinya,  namun akhirnya mereka terpaksa menyerah tanpa syarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Seketika itu juga Ibnu Ubbay  mendatangi Nabi Muhammad dan memohon agar Nabi memperlakukan mereka dengan baik.  Ketika Nabi tidak menjawab, Ubbay menarik kerah bajunya. Nabi Muhammad menjadi  sangat marah. Ibnu Ubbay tetap pada pendiriannya : bagaimana dia dapat  meninggalkan sahabat ­sahabat lamanya, yang telah sering membantunya di masa  lalu? dia tahu bahwa Nabi Muhammad berhak, sesuai konvensi Arab, untuk  menghabisi seluruh suku, namun Nabi Muhammad membiarkan orang-orang Qainuqa&#8217;  hidup dengan catatan mereka harus meninggalkan oase. Ibnu Ubbay diminta untuk  menemani mereka keluar Madinah. Begitu mereka mengerti</span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"> </span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">bahwa Ibnu Ubbay tak lagi memiliki  kekuatan untuk menolong mereka, Qainuqa&#8217; siap meninggalkan tempat tinggalnya.  Berikut ini ungkapan Karen Amstrong tentang hubungan Nabi dengan kaum Yahudi di  Madinah:<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 17px;margin-right: 17px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">&#8220;Sangat sulit bagi orang  Barat menanggapi hubungan Nabi Muhammad dengan kaum Yahudi di Madinah, karena  hal ini mengangkat terlalu banyak hal memalukan dari masa lalu kita sendiri.  Namun perjuangan Nabi Muhammad menghadapi tiga suku utama Yahudi di oase amat  berbeda dengan kebencian rasial dan agama yang menyerang ummat Kristen Eropa  selama hampir seribu tahun. Terror irasional yang dirasakan ummat Kristen  menemukan ekspresi finalnya dalam perang salib secular Hitler terhadap Yahudi.  Nabi Muhammad tak memiliki fantasi dan hal menakutkan itu. Dia tak memiliki  kehendak untuk menjadikan Madinah sebagai <em><span>Judenrein. </span></em>Perselisihannya dengan  Qainuqa&#8217; murni politis dan tak pernah diteruskan pada klan-klan kecil Yahudi di  Madinah yang tetap setia pada Perjanjian dan hidup bersama kaum Muslim dalam  damai&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 12pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="Yahudi Bani Quraidzah"></a>Yahudi Bani Quraidzah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Pada bulan Maret 627,  orang-orang Mekah dan para sekutu mereka sedang menuju Madinah dengan tentara  beranggotakan 10.000 orang. Sedang Rasulullah hanya berhasil mengumpulkan 3.000  orang dari Madinah dan para sekutu Badui. Maka tak mungkin memaksakan diri  menghadapi mereka seperti yang pernah dilakukan dalam perang Uhud. Semua kaum  Muslim memberikade diri ke dalam &#8220;kota&#8221; Madinah tak sulit dipertahankan. Kota  ini dikelilingi jurang curam dan batu-batuan vulkanis di tiga sisi. Relatif  lebih mudah untukmelewati jalan daripada berlari melalui wilayah sulit ini  menuju oase. Dari sisi utaralah pertahanan Madinah paling lemah dan Rasulullah  menemukan cara untuk hal ini. Setelah mereka berhasil mengumpulkan hasil panen  dari wilayah luar kota, sehingga tentara penyerbu tak akan mendapatkan makanan  bagi ternak mereka. Kemudian seluruh penduduk ummat membangun parit besar di  sekeliling wilayah utara oase. Selama kurang lebih satu bulan, parit tersebut  dapat dipertahankan dalam serangkaian huru-hara. Kemudian beberapa orang Badui  terbujuk untuk meninggalkan atau mencampakkan kaum Quraisy, dan seluruh pasukan  akhirnya mulai putus asa. Kaum Quraisy hanya bisa secara difensif menunggu  gerakan-gerakan Muhammad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Satu suku Yahudi di Madinah  yang masih menolak Islam dan kepemimpinan Rasulullah, Banu Quraidzah, yang tetap  netral selama masa pertahanan parit, tetapi setelah dibujuk oleh orang Quraisy,  mereka mendukung pasukan koalisi tersebut dan memasukkan mereka ke dalam kota.  Tetapi kaum Quraisy sendiri mulai kepayahan. Dan sulit untuk mempertahankan  pengepungan karena mereka tak memiliki cadangan pangan, &#8216;manusia dan kuda-kuda  kelaparan. Semangat mereka mulai patah ketika cuaca tiba-tiba berubah, dan kaum  Quraisy  meninggalkan tempat pengepungan. Kemudian Rasulullah  menyerang Banu  Quraidzah, tetapi tidak mengizinkan mereka untuk pergi dalam pengasingan seperti  Banu Nadlir, dan menyuruh mereka menyerah tanpa sarat. Dalam adat Arab, ketika  tawanan-tawanan musuh ditangkap, wanita-wanita dan anak-anak dijadikan hamba,  tetapi laki-laki dewasanya dibunuh atau ditahan sebagai tebusan, Karena mereka  tidak handal sebagai budak. Kini Rasulullah tidak mengizinkan tebusan dan  menyuruh laki-laki, sekitar enam ratus orang, dibunuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Mungkin sulit bagi kita untuk  tidak menghubungkan kisah ini dengan kekajaman Nazi. Kisah ini memang akhirnya  menjauhkan orang banyak dari Nabi Muhammad untuk selamanya. Namun terpelajar  Barat seperti Maxime Rodinson dan W Montgomery Watt berpendapat, tidak benar  menghakimi kejadian itu dengan standar abad ke-20. ini adalah masyarakat yang  amat primitif jauh lebih primitif daripada masyarakat Yahudi dimana Yesus pernah  hidup dan menyebarkan gospel ,:pengampunan dan cinta kasih kira-kira 600 tahun  sebelumnya. Pada tahap ini bangsa Arab tak memiliki konsep hukum alam Yang  universal, yang sulit -mungkin mustahil - bagi orang-orang kecuali ada sedikit  tata tertib, seperti yang diberlakukan oleh</span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"> </span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">kerajaan besar di dunia kuno. Pada  masa Nabi Muhammad, Madinah mungkin lebih seperti Jerussalem di masa Raja Dawud.  Dawud merupakan pembasmi besar musuh-musuh Tuhan, dan pada suatu peristiwa  menghabisi 200 kaum Palestina, memotong kemaluan mereka, dan mengirimkan  potongan menjijikkan itu ke raja mereka. Banyak Mazmur yang mengisahkan Dawud  pada kenyataannya disusun berabad-abad kemudian - sebagian bahkan pada tahun 550  S.M. - namun mereka masih menggambarkan dalam rincian yang mengerikan  kejadian­kejadian mencekam yang ingin dilakukan bangsa Israel kepada musuh-musuh  mereka. Pada awal abad ke-7, seorang kepala suku Arab tak dapat diharapkan  memberikan pengampunan pada pengkhianat seperti Quraizhah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Ummat Muslim berhasil lolos  dari pemusnahan dan emosi masih terasa tinggi. Quraizhah nyaris menghancurkan  Madinah. Jika Nabi Muhammad mengizinkan mereka pergi, suatu ketika mereka akan  membesarkan posisi Yahudi di Khaibar dan mengorganisisr serangan baru ke  Madinah. Lain kali, Muslim mungkin tidak beruntung dan perjuangan berdarah untuk  bertahan akan terus terjadi, dengan lebih banyak kematian dan penderitaan.  Hukuman mati itu mengesankan para musuh Nabi Muhammad. Tak seorangpun terkejut  oleh eksekusi itu, dan kaum Quraizhah sendiri telah menerimanya. Hukuman mati  itu mengirim pesan suram bagi kaum Yahudi di Khaibar. Para suku Arab mencatat  bahwa Nabi Muhammad tak takut akan pembalasan dendam dari kawan atau sekutu  Quraizhah atas kematian dalam pertupahan darah itu. Itu merupakan symbol  kekuatan luar biasa Nabi Muhammad yang dicapainya setelah pengepungan. Dia telah  menjadi pemimpin kelompok paling berpengaruh di Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Pembantaian Quraizhah ini  mengingatkan kondisi gawat Arab selama hidup Nabi Muhammad. Tentu kita merasa  benar untuk mengutuknya, namun itu bukan sebuah kejahatan besar seperti bila  terjadi di masa sekarang. Nabi Muhammad tidak bekerja dalam kerajaan yang  memberlakukan tata tertib secara meluas, atau dengan salah satu tradisi agama  yang mapan. Dia tak memiliki sesuatu seperti Sepuluh Perintah Tuhan (meskipun  Musa memerintahkan bangsa Israel untuk membantai seluruh populasi Kana&#8217;an sesaat  setelah dia berkata kepada mereka: &#8220;Kalian tidak boleh membunuh.&#8221;). yang  dimiliki Nabi Muhammad hanya moral kesukuan lama, yang membolehkan cara ini  untuk mempertahankan kelompok. Masalahnya adalah kenyataan bahwa kemenangan Nabi  Muhammad telah menjadikannya pemimpin paling berpengaruh di Arabia. Dia adalah  kepala kelompok yang tidak dibentuk berdasarkan kesukuan konvensional. Dia telah  melebihi tribalisme (kesukuan) dan berada di tanah tak bertuan antara dua tahap  perkembangan social yang penting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Namun penting dicatat bahwa  awal tragis ini tidak secara permanen mewarnai sikap Muslim terhadap Yahudi.  Ketika kaum Muslim telah membangun kerajaan mereka sendiri dan perlahan­lahan  membangun Hukum Suci yang berisikan etika yang lebih canggih dan lebih  manusiawi, mereka akan membangun suatu system toleransi yang telah lama berlaku  di bagian-bagian beradab di Timur Tengah. Di bagian Oikumene, berbagai kelompok  agama telah hidup berdampingan. Anti-Semit merupakan perbuatan Kristenitas  Barat, bukan Islam. Kita harus ingat itu jika kita tergoda untuk melakukan  generalisasi tentang insiden mengerikan di Madinah ini. Bahkan pada masa Nabi  Muhammad sendiri, beberapa kelompok Yahudi kecil tetap tinggal di Madinah  setelah tahun 627 dan diizinkan hidup dengan damai tanpa balas dendam lebih  jauh. Tampak bahwa bagian kedua dari Perjanjian Madinah, yang berhubungan denga  populasi Yahudi di pemukiman, disusun setelah masa ini. Di kerajaan Islam, ummat  Yahudi dan Kristen mendapatkan kebebasan beragama. Kaum Yahudi tinggal di sana  dalam damai sampai terbentuknya Negara Israel pada abad kita sekarang. Kaum  Yahudi di kerajaan Islam tidak mengalami penderitaan Seperti kaum Yahudi di  kerajaan Kristen. Mitos anti-Semit di Eropa diperkenalkan ke Timur Tengah pada  akhir abad yang lalu oleh para misionaris Kristen dan biasanya dicemooh oleh  masyarakat setempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Di Barat, Nabi Muhammad  sering ditampilkan sebagai panglima perang, yang mendesakkan Islam kepada dunia  yang enggan menerimanya dengan kekuatan militer. Namun kenyataannya sungguh  berbeda. Nabi Muhammad berperang untuk mempertahankan nyawanya, sambil  mengembangkan sebuah teologi peperangan demi keadilan menurut Al Quran, dan  tidak pernah memaksa siapa pun untuk berpindah ke agamanya. Al Quran pun dengan  tegas menyatakan bahwa &#8220;tak ada paksaan dalam beragama.&#8221; Di dalam Al Quran  perang dipandang sebagai sesuatu yang mesti dijauhi: satu-satunya perang yang  diizinkan adalah perang untuk mempertahankan diri. Kadangkala perang diperlukan  untuk menegakkan nilai­nilai yang pantas, sebagaimana orang Kristen meyakini  tentang perlunya perang melawan Hitler.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Al Quran mengajarkan bahwa  perang selalu buruk sekali. Kaum Muslim dilarang memulai kekerasan, karena  satu-satunya perang yang dibolehkan adalah berperang karena membela diri. Namun  sekali mereka berada dalam perang, kaum Muslim harus bertempur dengan komitmen  mutlak agar perang berakhir sesegera mungkin. Jika musuh telah mengajukan  gencatan senjata atau menunjukkan arah ke perdamaian, muslim diperintahkan oleh  al-Quran untuk mengakhiri kekerasannya segera, sejauh syarat-syarat  perdamaiannya tidak melanggar moral dan kehormatan. Namun al Quran juga  berempati dengan menganggap tugas sakral untuk membawa konflik bersenjata ke  penyelesaian secepatnya dan menghadapi musuh dengan gagah. Segala tindakan  ragu-ragu yang dapat membuat konfliknya berlarut-larut tanpa batas waktu jelas  harus dihindari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Tujuan setiap perang haruslah  untuk mengembalikan perdamaian dan harmoni secepat mungkin. Mungkin berdiri bulu  roma kita melihat pemandangan mengerikan di pasar Madinah di bulan Mei 627 itu.  Namun ada pembelaan bahwa itu, secara murni politis, adalah keputusan tepat.  Kejadian itu merupakah akhir kekejaman sejenis, menandai permulaan dari akhir  fase terburuk jihad. Nabi Muhammad telah mengalahkan salah satu tentara Arab  terbesar yang pernah dipersatukan melawan musuh tunggal di Perang parit. Beliau  telah menggagalkan oposisi dari tiga suku Yahudi paling berpengaruh dan  menunjukkan bahwa beliau tak akan membiarkan pengkhianatan lebih lanjut atau  perencanaan melawan ummat. Beliau telah membuktikan bahwa beliau kini adalah  manusia paling berpengaruh di Arabia, yang telah membawa dengan cepat akhir yang  pasti dari konflik berdarah yang dapat berlanjut bertahun-tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 12pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="Fathu Makkah"></a>Fathu Makkah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Di dalam perjanjian Hudaibiya  antara lain sudah menentukan, bahwa barang siapa yang ingin masuk ke dalam  persekutuan dengan Nabi Muhammad boleh saja, dan barangsiapa ingin masuk ke  dalam persekutuan dengan pihak Quraisy juga boleh. Ketika itu Khuza&#8217;a masuk  bersekutu dengan konfederasi Nabi Muhammad sedang Banu Bakr dengan pihak Quraisy  Sebenarnya antara Khuza&#8217;a dengan Banu Bakr ini sudah lama timbul permusuhan yang  baru reda setelah ada perjanjian Hudaibiya, masing-masing kabilah menggabungkan  diri dengan pihak yang mengadakan perdamaian itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Pada akhir tahun, orang  Mekkah melanggar perjanjian dengan menyerang Banu Khuza&#8217;a pada malam hari di  wilayah mereka sendiri dalam serangan mendadak. Tampaknya sebagian orang Quraisy  membantu dan bersekongkol dengan mereka dalam serangan ini. Mereka memberi  senjata pada Bakr dan konon Shafwan bahkan ikut ambil bagian dalam pertempuran.  Khuza&#8217;ah langsung membalas dendam dan terjadi pertempuran antara dua suku ini  diwilayah suci Mekkah, sehingga Khuza&#8217;ah memohon bantuan pada Nabi Muhammad dan  dia setuju datang membantu. Jadi bukan Nabi Muhammad yang telah melanggar  perjanjian tersebut sebagaimana yang dituduhkan oleh Dr. Robert Morey.<strong><a name="19"></a></strong></span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"><span style="color: #0000ef"><sup><a name="19" href="#n19"><span style="color: #0000ef">19</span></a></sup></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial">I</span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">nilah titik balik selanjutnya, Nabi  Muhammad berparade ke Mekkah dengan pasukan berkekuatan 10.000 orang. Berhadapan  dengan kekuatan sangat besar tersebut, sebagai seorang pragmatis dan menyadari  apa yang akan terjadi, suku Quraisy mengaku kalah, membuka pintu gerbang kota,  dan Nabi</span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"> </span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Muhammad mengambil alih  Mekkah tanpa setetes darah pun yang tumpah. Dia menghancurkan patung-patung di  seputar Ka&#8217;bah, mempersembahkan tempat itu hanya untuk Allah, Tuhan Yang Esa,  dan mengubur upacara pemujaan berhala dan menggantinya dengan ibadah haji sesuai  ajaran Islam. Tidak ada seorang pun suku Quraisy yang dipaksa masuk Islam.  Ketika Nabi Muhammad wafat pada tahun 632, hampir semua suku Arab telah  bergabung dengan umat Islam dalam konfederasi atau telah masuk Islam. Karena  anggota umat tidak boleh saling menyerang, maka lingkaran mengerikan dari perang  suku, dan saling balas dendam telah berakhir. Seorang diri Nabi Muhammad telah  membawa perdamaian di Arab yang terpecah­belah oleh perang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Kehidupan dan jasa Nabi  Muhammad akan mempengaruhi pandangan spiritual, politik, dan etika umat Islam  untuk selamanya. Mereka mengekspresikan pengalaman &#8220;keselamatan&#8221; Islam, yang  tidak akan tercapai dengan penebusan &#8220;dosa bawaan&#8221; yang dilakukan Adam dan hak  memasuki kehidupan abadi, tetapi akan tercapai dengan prestasi masyarakat dalam  melaksanakan perintah Tuhan. Ini tidak hanya menyelamatkan umat Islam dari  neraka politik dan social yang ada di Arab pra ­Islam, tetapi juga memberi  mereka konteks yang membuat mereka lebih mudah berserah diri sepenuh hati kepada  Tuhan. Nabi Muhammad menjadi contoh mendasar dari penyerahan diri yang sempurnya  kepada Tuhan, dan Muslim berusaha menyesuaikan kehidupan social dan spiritual  mereka dengan standar tersebut. Nabi Muhammad tidak pernah dimuliakan sebagai  figur Tuhan, tetapi dia dianggap sebagai Manusia Sempurna. Penyerahan dirinya  kepada Tuhan sangat menyeluruh sehingga dia bisa mengubah masyarakat dan  memungkinkan bangsa Arab hidup berdampingan dengan damai. Dalam etimologi, kata  Islam berhubungan dengan salam (perdamaian), dan Islam memang menawarkan  kesatuan dan kerukunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 12pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="Nabi dan Harta"></a>Nabi dan Harta</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Suatu hari, orang Quraisy  memutuskan untuk mencoba sebuah cara baru dan mengirimkan Utbah bin Rabi&#8217;ah dari  klan Abdi Syams untuk melakukan kesepakatan dengan Nabi Muhammad: kalau dia  berjanji untuk diam, mereka akan memberinya apa saja yang dia inginkan: uang,  jabatan -bahkan kemungkinan menjadi raja. Jika ini benar, ini tanda keputusasaan  mereka: uang hampir merupakan nilai suci bagi kebanyakan orang Quraisy dan  mereka telah membangun ketidaksukaan pada otoritas utama dan lembaga semacam  raja. Nabi Muhammad menunggu sampai Utbah selesai berbicara, kemudian dia  berkata: &#8220;sekarang, dengarkan aku.&#8221; Utbah duduk, tangannya dibelakang punggung,  dan badannya condong ke depan, mendengarkan dengan seksama ketika Nabi Muhammad  mulai mengutip Surat 41, yang menggambarkan tentang pembatas yang diletakkan  oleh sebagian kaum Quraisy di hati mereka untuk mencegah masuknya pesan Ilahi ke  dalam jiwa mereka. Setelah dia kembali pada teman-temannya di Majelis, mereka  seketika melihat bahwa dia telah mengalami suatu pengalaman yang sangat  mempengaruhinya. Utbah kesulitan untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya,  ketika dia mendengarkan keindahan wahyu. Dia hanya dapat mengatakan hal-hal yang  tidak seperti kelihatannya. Akhirnya Utbah mengingatkan orang Quraisy:  &#8220;Terimalah nasihatku dan lakukan apa yang kulakukan, dan jangan ganggu pria ini,  karena, demi Tuhan, wahyu yang baru kudengarkan akan menyebar ke luar  negeri.</span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial">&#8220;<a name="20"></a><sup><a name="20" href="#n20"><span style="color: #0000ef">20</span></a></sup></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">Apabila benar memang  Rasulullah tamak akan harta sebagaimana yang dituduhkan </span><span lang="AF"><strong><em><span style="font-size: 11pt">Dr. Robert  Morey</span></em></strong></span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="21"></a></span><a name="21" href="#n21"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial"><sup><span style="color: #0000ef">21</span></sup></span><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><span style="color: #0000ef"> </span></span></a><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">maka  tidak perlu beliau bersusah payah dikejar-kejar orang kafir Quraisy sehingga  hijrah ke luar Mekkah. Karena beliau adalah seorang pedagang yang secara materi  telah tercukupi, dan dari penawaran Utbah di atas tidak perlu nabi bersusah  payah membacakan ayat suci al Quran bila memang beliau tamak akan  harta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 7px;margin-right: 7px;text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 17px;margin-right: 17px;text-align: justify"><span style="font-family: Arial;color: #757575"><span style="text-decoration: underline"><strong><span style="font-size: 9pt">NOTES<br />
</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n12"></a><a name="n12" href="#12"><span style="color: #0000ef">12</span></a>. Munawar  Cholil, hal 58 juz II</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n13"></a><a name="n13" href="#13"><span style="color: #0000ef">13</span></a>. Ibnu  Ishak, dalam Karen Amstrong, Muhammad sang Nabi, hal 186.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n14"></a><a name="n14" href="#14">14</a>. Karen Amstrong, Ibid., hal 190 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n15"></a><a name="n15" href="#15"><span style="color: #0000ef">15</span></a>. Karen  Amstrong, Ibid., hal 194 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n16"></a><a name="n16" href="#16"><span style="color: #0000ef">16</span></a>. Munawar  Cholil, sejarah nabi, hal 109 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n17"></a><a name="n17" href="#17"><span style="color: #0000ef">17</span></a>. Karen  Amstrong, a short History, hal 17 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n18"></a><a name="n18" href="#18"><span style="color: #0000ef">18</span></a>. Karen  Amstrong, Muhammad sang Nabi, Op. cit., hal 240­</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF">241</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n19"></a><a name="n19" href="#19"><span style="color: #0000ef">19</span></a>. Robert  Morey, op. cit., hal : 92</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n20"></a><a name="n20" href="#20"><span style="color: #0000ef">20</span></a>. Karen  Amstrong, Muhammad sang Nabi, Op. cit., hal 166 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px;margin-left: 27px;margin-right: 27px"><span style="color: #757575"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial" lang="AF"><a name="n21"></a><a name="n21" href="#21">21</a>. Robert Morey, hal  93</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0px 7px" align="justify"><span style="font-size: 9pt;font-family: Arial;color: #757575">sumber : buku islam dihujat karangan irene handono<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/yahudi-bani-qoinuqa-dan-yahudi-bani-quraidzah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>APPENDIX (INDEKS BIBLE)</title>
		<link>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/31/</link>
		<comments>http://pipin234.blog.friendster.com/2008/09/31/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 06:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin234</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<category><![CDATA[(INDEKS BIBLE)]]></category>

		<category><![CDATA[ALKITAB]]></category>

		<category><![CDATA[INJIL]]></category>

		<category><![CDATA[KRISTEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pipin234.blog.friendster.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[APPENDIX
(INDEKS BIBLE)
 
APPENDIX
 
 
INDEKS AL-KITAB
 
Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjanjian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-orang Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;text-align: center" align="center"><span style="font-family: Times New Roman"><strong><span style="font-size: 18pt;color: #000000">APPENDIX<br />
</span></strong><em><span style="font-size: 18pt;color: #000000">(INDEKS BIBLE)</span></em></span><span style="font-size: 18pt;color: #000000"><br />
<span style="font-family: Times New Roman"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;text-align: center" align="center"><span style="font-family: Times New Roman"><strong><span style="font-size: 13.5pt;color: #000000">APPENDIX</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt"><span style="font-size: small"><strong><span style="color: #000000;font-family: Arial"> <br />
 </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt"><strong><span style="font-size: 11pt;color: #000000;font-family: Arial">INDEKS AL-KITAB</span></strong><strong><span style="color: #000000;font-family: Arial"><br />
<span style="font-size: small"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjanjian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-orang Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(baca : Kitab Mikha 3:1- 12 dan Ulangan 31:27)</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">. Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiwai yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Amsal 13:15).</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Amsal 10:21).</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut :&#8221;Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik&#8221; </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(I Tesalonika 5: 21).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 11pt;color: #000000;font-family: Arial">AYAT-AYAT ILLAHI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">1.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tauhid Nabi Musa </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Ulangan 4: 35, Ulangan 6: 4, Ulangan 32: 39).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">2.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tauhid Nabi Daud</span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial"> (II Samuel 7: 22, Mazmur 86: 8). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">3.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tauhid Nabi Sulaiman </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(I Raja-raja 8: 23).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">4.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tauhid Nabi Yesaya </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44: 6,Yesaya 45: 5-6, Yesaya 46: 9).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">5.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tauhid Yesus </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Markus 12: 29, Yohanes 5: 30, Yohanes 17: 3).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">1.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus lebih kecil daripada Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yohanes 10: 29). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">2.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan lebih besar dari pada Yesus </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yohanes 14: 28). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">3.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Markus 16: 19, Roma 8: 4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">4.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kisah Para Rasu17:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">5.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Matius 24: 36).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">6.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus bersyukur kepada Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Matius 11: 25, Lukas 10:21).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">7.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus berteriak memanggil Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Matius 27: 46, Markus 15: 34).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">8.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Lukas 23: 44-46, Yohanes 19: 30).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">9.</span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"><span style="font-family: Times New Roman">       </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus disetir oleh Tuhan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yohanes 5: 30).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Dalil: </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Markus 9: 37, Yohanes 5: 24, 30, 7: 29, 33, 8: 16,18, 26, 9: 4, 10: 36, 11: 42, 13: 20, 16: 5, 17: 3, 8, 23, 25.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sam saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yehezkiel 18: 20, Ulangan 24: 16, Matius 16: 27, Yeremia 31: 29-30, II Tawarikh 25: 4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Ayat-ayat yang dimaksud adalah :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Ulangan 18: 18-20</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Habakuk 3: 3 jo. Ulangan 33; 1-3</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yesaya 29: 12</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi yang tidak bisa membaca.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yesaya 41: 1-4</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">5.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yesaya 42: 1-4</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">6.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yeremia 28: 9</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, tentang nabi yang membawa damai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">7.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Kejadian 49: 1, 10</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> dan </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Matius 21: 42-43</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">8.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yohanes 1: 19-25</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">9.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yohanes 16: 7-15</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi yang mendapat julukan &#8220;Penolong yang lain&#8221; dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar `penghibur&#8217; dan `al-amin/orang benar jujur terpercaya&#8217;, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">10.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Dan lain-lain.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 11pt;color: #000000;font-family: Arial">AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Ayat-ayat Porno (cabul)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yehezkiel 23: 1-21</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, ayat-ayat jorok tentang seksual. Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahay bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lain­lain.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Yehezkiel 16: 22-38</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, ayat porno yang bugil-bugil. &#8220;&#8230;.Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang­nendang dengan kakimu&#8230;.(ay. 22). &#8220;&#8230;.. dan menjual kecatikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah&#8221; (ay. 25. &#8220;Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu&#8230;..&#8221;(ay. 26). &#8220;engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas&#8221; (ay. 28) . &#8220;Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH&#8221; (ay. 30). &#8220;&#8230;.engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal&#8221; (ay. 33). &#8220;&#8230;.. Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu: (ay. 37).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Ulangan 23: 1-2</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, Tuhan menyebut &#8220;Buah Pelir&#8221;.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Hosa 3: 1</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">5.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Kidung agung 4: 1-7</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">6.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Kejadian 38: 8-9</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">7.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">Kidung Agung 7: 6-13</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. &#8220;Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan­gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan menyesal dan pilu hati? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 6: 5-6, Keluaran 32: 14).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yesaya 42: 13). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 1: 1-2).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yehezkiel4: 12-15). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">5.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kleuaran 24: 10).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">6.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yeremia 15: 6).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">7.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan petak umpet dengan Adam? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">( Kejadian 3: 8-10). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">8.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan besanan dengan manusia? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 6: 2).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">9.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 32: 28).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">10.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan bersiul memanggil manusia? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Zakharia 10: 8).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">11.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan bersuit? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">12.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan menengking? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Yeremia 25: 30).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">13.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Keluaran 31: 17). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span>14.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span><span style="font-size: 7pt;color: #000000"> </span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan menyuruh mencintai pelacur? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Hosea 3: 1).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">15.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">     </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Keluaran 33: 23).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5.25pt 0pt;text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt;color: #000000;font-family: Arial">Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 9: 18-27).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 19: 30-38)</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">. Heboh&#8230; ! ! ! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Nabi Daud melakukan slandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(II Samuel 11: 2-27). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(I Raja-raja 1: 1-3).</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">5.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 27: 1-46)</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">.</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">6.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(Kejadian 38: 13-19)</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">. Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci !?</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">7.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(II Samuel 16: 21-23)</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">. Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 20.25pt 0pt 48.75pt;text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;color: #000000"><span><span style="font-family: Times New Roman">8.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&amp;quot">        </span></span></span></span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial">Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya </span><span style="font-size: 9pt;color: #800000;font-family: Arial">(II Samuel 13: 7-14).</span><span style="font-size: 9pt;color: #000000;font-family: Arial"> Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?</span><span style="font-family: Times New Roman"><span style="font-size: 10pt;